Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, MM, menyampaikan harapannya agar daerah Kuansing dapat melahirkan generasi muda yang berprofesi sebagai petani milenial. Dalam upaya ini, bupati berencana melaksanakan usaha dari pola pangan dengan melibatkan para pemuda berusia 19 hingga 31 tahun.
Bupati menegaskan bahwa para pemuda akan dibentuk dan dilatih secara profesional dengan menggunakan dana pusat. Ini merupakan inisiatif pertama di Kuantan Singingi yang bertujuan menunjukkan bahwa usaha pertanian bisa lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha sawit.

"Kita akan tunjukkan bahwa bisnis beras melalui pertanian memproduksi padi lebih unggul daripada bertani sawit. Untuk itu, nanti seluruh lahan-lahan tidur dan terlantar akan kita rehab dengan luas minimal 200 hektar per brigade pangan. Satu brigade terdiri dari 200 hektar dengan anggota 25 orang," ungkap Bupati Suhardiman.
Bupati berharap program ini dapat melahirkan pemuda yang unggul dalam mengolah lahan, memahami mekanisme pasar, serta menguasai ilmu pertanian dengan baik. Dengan demikian, para pemuda Kuansing dapat menjadikan profesi petani sebagai pilihan karir yang menjanjikan.
- Usaha pertanian akan difokuskan pada produksi padi.
- Lahan-lahan tidur dan terlantar akan direhabilitasi.
- Setiap brigade pangan terdiri dari 200 hektar dengan 25 anggota.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi Kabupaten Kuansing, tetapi juga memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
#Bupati Kuansing #Petani Milenial