Konflik Terbuka di Lapangan: Klaim vs Klaim, Tanaman Rusak, Aparat Jadi Sorotan

Konflik Terbuka di Lapangan: Klaim vs Klaim, Tanaman Rusak, Aparat Jadi Sorotan

KUANTAN SINGINGI – Konflik lahan antara PT Wanasari dan PT Citra Riau Sarana (CRS) kini pecah terang-terangan di lapangan. Di bawah pengawalan aparat, PT Wanasari melakukan aktivitas di area yang masih disengketakan, memicu reaksi keras dari pihak CRS yang menuding telah terjadi pengrusakan tanaman secara masif.

Di lokasi kejadian, alat berat tampak beroperasi menggali parit dan membuka lahan. Pihak CRS menyebut, aktivitas tersebut dilakukan di wilayah yang selama ini mereka kuasai dan kelola, sehingga tindakan itu dinilai sebagai pelanggaran serius.

Manajer PT CRS, Afli Hendri, menilai langkah tersebut bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan bentuk tekanan terbuka.

“Kami melihat ada pemaksaan di lapangan. Tanaman kami dirusak, aktivitas tetap berjalan meski kami menolak,” ujarnya.

Namun di sisi lain, hingga kini belum ada keterangan resmi dari PT Wanasari terkait dasar hukum aktivitas yang mereka lakukan di lokasi tersebut. Dalam sejumlah kasus serupa, perusahaan kerap berpegang pada dokumen legal seperti izin usaha atau klaim Hak Guna Usaha (HGU) sebagai landasan operasional.

Kehadiran ratusan aparat TNI dan Polri turut menjadi sorotan publik. Di satu sisi, kehadiran aparat bisa dimaknai sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif. Namun di sisi lain, kondisi tersebut memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat, terutama terkait posisi netral aparat dalam konflik antara dua pihak swasta.

Situasi ini semakin kompleks mengingat sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi telah mengeluarkan rekomendasi agar HGU PT Wanasari tidak diperpanjang. Rekomendasi tersebut menambah lapisan persoalan dalam konflik yang kini kembali memanas.

Di tengah saling klaim dan meningkatnya tensi di lapangan, pertanyaan mendasar pun mengemuka: siapa yang memiliki legitimasi hukum atas lahan tersebut?

PT Citra Riau Sarana memastikan akan menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak mereka, sekaligus meminta pemerintah dan aparat penegak hukum turun tangan secara objektif.

Sementara itu, publik kini menanti klarifikasi resmi dari PT Wanasari serta penjelasan terbuka dari aparat terkait peran mereka di lapangan, agar konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

#HGU #Wanasari #Konflik